Minggu, 09 Januari 2011

Studi kata "anugerah"

Studi tentang Anugerah Allah
Haris Subagiyo
Alumnus Sekolah Alkitab Batu Malang

Anugerah Allah tidak membatasi manusia untuk menerima keselamatan kekal saja melalui Tuhan Yesus.
Melalui anugerahNya pula kita juga diberi HIDUP dan KUASA yg besar untuk berperan efektif sebagai agen Ilahi dalam dunia ini.

Roma 5 : 17
sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus

Pada abad XVI, Gereja pernah dikejutkan oleh gerakan Martin Luther  dengan semboyannya: Sola Fide, Sola Gratia dan Sola Scriptura. (hanya oleh iman, hanya oleh anugerah dan hanya oleh Alkitab)
karenanya gereja mengalami reformasi sampai sekarang ini.

Saat ini kitapun masih terus dikejutkan oleh anugerah Allah yg menggerakkan gereja Tuhan untuk bekerja lebih unggul dan dinamis.

Studi kata:
Kata "kasih karunia" maupun "anugerah" adalah dua kata yang bersinonim, sama maknanya sebagai pemberian atau ganjaran dari pihak atas (Tuhan, orang besar, dan sebagainya) kepada pihak bawahan, dengan catatan bahwa kata itu diterjemahkan dari kata Ibrani : KHEN atau kata Yunani: KHARIS
PL : Kasih karunia dipakai sebagai terjemahan bahasa IbraniKHEN.

* Kejadian 6:8

LAI TB, Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

KJV, But Noah found grace in the eyes of the LORD.
Kata ini berarti perbuatan seorang atasan (dapat juga Allah) yang menunjukkan kepada bawahannya kasih karunia, padahal sebenarnya bawahan itu tidak layak menerimanya: misalnya Kejadian 6:7; Keluaran 33:17; Bilangan 6:25. Memang, tidak ada manusia yang dapat menunjukkan KHEN kepada Allah. Perjanjian Lama (PL) menjelaskan, Allah memilih Bapak-bapak leluhur Israel dan Israel juga, hanya atas dasar kasih karunia-Nya. Sama sekali tidak ada jasa atau kebenaran dalam mereka, yang dapat dianggap alasan bagi pemilihan itu, Ulangan 7:7-8, bandingkan Ulangan 8: 18. Dalam membuat perjanjian Sinai, seperti dulu dalam membuat perjanjian Abraham, prakarsa dari Allah datangnya. Nabi-nabi juga, yg menekankan perlunya pertobatan, mengakui bahwa hati yg baru harus diperoleh sebagai karunia dari Tuhan (Yehezkiel 36:26; Yeremia 31 :31-34), artinya, berdasarkan kasih karunia-Nya.


PB : Kata Yunani χαρις – kharis adalah kata yang biasa dipakai untuk menerjemahkan kata Ibrani: KHEN. Kata kerja "χαριζεσθαι – kharizesthai" dipakai untuk menunjukkan arti pengampunan, dari manusia dan juga dari Allah (Kolose 2:13; 3:13; Efesus 4:32).







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar