Sabtu, 29 Januari 2011

Desain sederhana Penyembahan


Betapa rumitnya orang Kristen menterjemahkan  penyembahan dalam realita hidup.  Penyembahan sering dianggap sebagai sikap eksklusif orang-orang tertentu yg berhasil mendirikan tatanan ibadah lebih khusuk atau bermutu dari orang lain.
Penyembahan sering dimengerti sebagai sikap hati yg sungguh-sungguh dibarengi dengan ekspresi fisik berkobar-kobar atau harus jatuh tersungkur meniarapkan diri atau rentetan seruan kata-kata sorgawi secara berulang-ulang. Bahkan ekstremnya penyembahan sering dikejar dari nilai kepuasan pengalaman emosional walaupun yg dijadikan alasan adalah kepuasan hati Tuhan. 
Adakah standar kepuasan Allah terhadap penyembahan kita? 
Jangan salah: Allah tidak pernah mendudukkan pribadiNya selalu dehidrasi akan pujian manusia, walaupun kita tidak menyembah. Dia tetap adalah Allah yg TERPUJI , RAJA SEGALA RAJA, YANG MULIA . EksistensiNya tidak terpengaruh dengan apa yg kita berikan atau kita minta. OtoritasNya tidak akan jatuh karena minimnya penyembahan kita atau martabatNya terangkat karena usaha penyembahan kita.
Hati-hati dengan EKSTRIMISME PENYEMBAHAN yg memaksakan pengalaman pribadi yg diselipi ayat-ayat Alkitab menurut selera rasio & emosinya namun out of kontek, tetapi menganggap sebagai cara penyembahan yg benar !


Apakah penyembahan kepada Allah itu sebagai perkara yg sangat rumit untuk kita jangkau, berdiri sendiri terpisah dari relevansi hidup sehari-hari? 
Perhatikan bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan DESAIN SEDERHANA PENYEMBAHAN !
we worship You
 “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahnya dalam roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:24).

Menyelidiki kata “menyembah”, = “proskuneo”(Yunani) , yang berarti “sujud mencium”, Dalam Alkitab penyembahan selalu dikaitkan dengan orang yang berlutut atau bersujud, bahkan dengan muka sampai ke tanah. Berarti kita harus melupakan diri kita seluruhnya total memberi hormat pada Allah. Sekali lagi bukanlah aktivitas yg terpisah atau meditasi tertentu saja namun penyembahan adalah totalitas hidup kita

Apa itu menyembah dalam Roh dan kebenaran?

1. "Menyembah dalam roh" adalah totalitas hubungan pribadi dengan Allah
kata roh: pneuma (Yunani) secara umum dapat di-intepretasikan beragam: 
Roh, Roh Kudus , Roh (Allah) , Roh (Tuhan) , Roh (kebenaran), Roh (Kristus) , manusia (roh) , (jahat ) semangat , semangat (umum),  (Yesus sendiri) Roh . Jika dipaksakan menurut arti kamusnya (leksikon) maka artinya akan menjadi semakin jauh dari konteknya. Pelajari konteks pembicaraan dengan pendekatan secara lugas supaya intepretasi & sikap kita menjadi tepat seperti harapan Tuhan. kata "roh" ini
  • Dikontraskan dengan sikap penyembahan lahiriah, tradisi nenek moyang, digunung Gerizim, atau di Yerusalem
  • Dikorelasikan dengan menyembah Bapa dimana Tuhan Yesus yg menjadi pusat perhatiannya.( kata: Percayalah kepada-Ku.)
4:21Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem
4:23
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Orang Samaria menyembah  sangat ekspresif dengan semangat menyala-nyala, full power di Gunung Gerizim. Sebaliknya Orang Yahudi menyembah secara tekstual dengan aturan ritual & hukum-hukum yg ketat di Yerusalem sehingga mematikan spirit penyembahan.
Tuhan Yesus mencari penyembah benar yang menyembah dalam roh dan kebenaran!
Apa arti menyembah dalam roh : artinya tidak ada hubungannya sama sekali ekspresi phisik, dengan upacara keagamaan yg lahiriah, lambang-lambang ,atau pembatasan ruang atau waktu tertentu. Tuhan Yesus mengubah syarat geografi, phisik menjadi syarat rohani. Menyembah merupakan urusan ROHANIAH - HUBUNGAN PRIBADI dengan ALLAH, bukan perdebatan tentang tata cara (cara nenek moyang), tempat (Gunung Gerizim atau Yerusalem), ekspresi dan segala variannya..
Ketegasan yg hendak disampaikan Tuhan adalah: untuk dapat menyembah Tuhan, kita harus merubah sikap hati, dimana pusatnya adalah Bapa didalam Tuhan Yesus Kristus. Dalam kekristenan tidak ada hal lain lagi yang lebih berarti kecuali hubungan kita dengan Allah dalam Tuhan Yesus. Jelaslah menyembah dalam roh mengarahkan kita pada sikap hidup dalam realitas hubungan dengan Tuhan .
Penyembahan harus lahir dari hubungan yang intim terus-menerus dengan Tuhan. Memulai penyembahan yg benar harus dimulai dengan perbaikan hubungan baik dengan Allah bukan membicarakan metode dll. Penyembahan adalah urusan dari roh manusia ke Roh Allah secara tidak terbatas.
Aplikasi:
Yang harus dibangun untuk menjadi penyembah Allah dalam roh adalah kualitas hubungan pribadi dengan Allah. Karena penyembahan adalah buah dari eratnya hubungan pribadi, penyembahan pasti mengalir dari mereka yg mempunyai hubungan baik dengan Allah.
Penyembahan bukanlah aktivitas rumit yg jauh dari relevansi keseharian kita. Penyembahan adalah dinamika roh kita yg secara terus menerus , dimana saja & kapan saja, saat melakukan aktivitas apa saja tidak boleh terputus dengan roh Allah. Segala aktivitas kita yg terpusat kepada Allah adalah bentuk penyembahan. Tanpa harus dikomando, tidak perlu didorong-dorong seharusnya roh kita sanggup mengalir tanpa henti memberikan pujian, kemuliaan, ucapan syukur, penyembahan kepada Allah. Jadi menyembah bukan pada saat kita sedang persekutuan pribadi dengan Tuhan atau lagi praise & worship di gereja saja. Tidak ada waktu, ruang atau kegitan yg dapat membatasi interaksi hubungan pribadi dengan Allah. Segala sesuatu yg kita lakukan dengan perkataan atau perbuatan seharusnya adalah aktivitas praise and worship kita kepada Tuhan. Hidup ini adalah kontinyuitas "worship  live presentasion"

keselamatan datang dari bangsa Yahudi

  • Ini jelas menunjukkan bahwa penyembahan bukanlah unsur
    2. Menyembah dalam kebenaran: adalah Totalitas pengenalan pribadi dengan Allah
    Calvin: berkata “Unless there be knowledge, it is not God that we worship, but a phantom or idol” (= tanpa pengertian, maka bukan Allah yang kita sembah, tetapi setan atau berhala).
    Bangsa Yahudi menerima seluruh kitab Perjanjian Lama sebagai ketetapan Allah seutuhnya namun Orang Samaria hanya menerima  5 kitab Musa saja (Pentateuch). Sehingga Tuhan Yesus harus menjelaskan duduk perkaranya dalam ayat.22. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab 
     yg berjalan sendiri tanpa firman Allah., semua bentuk ibadah harus disertai  pengertian yang benar!
  • Mengapa orang Samaria dikatakan tidak mengenal Allah? Karena mereka memotong Kitab Suci. Dari seluruh Perjanjian Lama mereka hanya mengakui / menerima Pentateuch (= 5 kitab Musa, yaitu Kejadian - Ulangan)
Allah meminta kita untuk melakukan penyembahan bukan dengan separuh benar (half truth) tetapi 100 % kebenaran. Sehingga penting untuk menjelaskan arti penyembahan secara kontektual & integral bukan dibahas secara topikal, mencomot ayat per ayat sesuai selera atau kebutuhan.

Penyembahan tidak boleh dibentuk dari pengalaman spiritual seseorang yg   menganggap dirinya telah puas memuji Tuhan sehingga dibakukan sebagai doktrin ibadah. Pengalaman adalah pengalaman dan doktrin adalah doktrin tetapi penyembahan lebih dari pengalaman dan doktrin gereja. Penyembahan adalah dinamika roh yg dihidupi oleh kebenaran Firman Tuhan yg mengalir melalui perkataan dan perbuatan secara otomatic (bukan manual: diberi stimulan dari luar)
Aplikasi:
Pengenalan kita kepada Allah jauh lebih penting daripada menggugat tentang ekspresi, sikap, tata cara, liturgi. Jadi adalah salah jika yg paling dinantikan Tuhan saat kita ke gereja hanyalah penyembahan saja titik. ini adalah sepenggal kebenaran dan harus diluruskan!, karena kedewasaan pengenalan kita menjadi basis penyembahan yg benar kepada Allah.  Jangan katakan tidak penting atau kurang bernilai Pemberitaan Firman Allah karena penyembahan itu tidak berdiri sendiri . Penyembahan adalah totalitas hidup, integral bukan partial. Orang yg mengenal Pribadi Allah dengan benar pastilah dapat menyembahNya secara benar. Sejauh   mana pengenalan pribadi kita tentang Allah akan berbanding lurus dengan kualitas penyembahan kita.
Pengenalan kita pada Allah akan membentuk apresiasi, motivasi, tujuan tujuan bahkan sasaran peyembahan menjadi tepat,
Sebelum kita dapat menyembah Allah dengan benar, kenalilah Allah dengan benar dari firmanNya sendiri bukan dari pengalaman emosional orang atau dogmatika yg dibuat manusia.
Ibadah di gereja adalah sebagaian kecil saja dari sikap penyembahan yg sesungguhnya.  Allah tidak meminta sebagaian dari harta, waktu atauhidup kita, Dia meminta semuanya, yg paling baik dan selamanya.  Prioritas yg sangat besar, paling utama bahkan alasan hidup segala umat  dapat dikerjakan oleh siapa saja, kapan saja dimana saja dan dalam aktivutas apa saja. Itu adalah esesensi totalitas penyembahan.

Sekali lagi penyembahan bukan tindakan abstrak , ruwet, ekskulsif  yg kita sendiri tidak mengerti relevansinya dengan panggilan hidup kita.
Sederhanakan penyembahan kita dengan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran! dalam relaita sehari hari dengan cara:
  • Memangun RELASI dari roh kita kepada Roh Allah
  • Membangun PENGENALAN pribadi Allah.
Allah mencari orang-orang yg menyembahNya dalam roh dan kebenaran
Mengubah konsep penyembahan manusiawi menjadi penyembahan yang Ilahi, menghidupkan penyembahan yg konseptual menjadi aktual secara radikal, membalikkan penyembahan yg minimal menjadi total.
GBU

by Haris Subagiyo
Sekolah Tinggi Theologia Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar