Minggu, 09 Januari 2011

ANUGERAH ALLAH : Kesempatan yg terbuang

Karya besar  Ilahi dalam merestorasi ketidakberhargaan manusia untuk menjadi kembali semartabat dengan Allah mendapat perlakuan dingin umatNya. 


Thema: ANUGERAH ALLAH : Kesempatan yg terbuang

Allah dalam rancangan yg sempurna mengambil inisiatif memulihan hubunganNya dengan manusia yg tak berkuasa lagi menikmati kualitas hidup sorgawi yg sudah rusak karena dosa. Ketidakmampuan atau ketakberdayaan manusia ini dijembatani oleh Anugerah sejak manusia Adam pertama kali berdosa Kejadian 3:15 dan terus berlangsung sampai saat ini!
Bagaimanakah respon manusia terhadap karya anugerah Allah tersebut?

II Samuel 9 : 1-30


1. Besarnya Anugerah , indikasi ketakberdayaan kita


Kisah tentang Mefiboset menjelaskan betapa dalamnya manusia mengalami kehancuran, ketidakberdayaan dan kehilangan nilai hidup.


Siapakah Mefiboset??
Arti nama "Mefiboset" : dari mulutku keluar hal-hal yang memalukan.


Mofiboset adalah typologi manusia takberguna yang mendapat belas kasihan besar dari dari Allah.



Mefiboset adalah anak Yonatan, cucu dari Saul yang pernah menjabat raja Israel. Ia memiliki cukup alasan untuk merasa tidak berharga, terhina & diperlakukan tidak hormat bahkan dibunuh sekalipun.  Ayahnya dan kakeknya kalah dalam perang dan mati terbunuh secara menggenaskan. Jika itu belum cukup, ia pun dikatakan cacat kakinya. 
2 Samuel 4:4 mencatat : "Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang. Ia bernama Mefiboset." Berulang-ulang pula kita melihat sebutan cacat ini ditujukan untuk Mefiboset. Ia pun kemudian diasingkan di sebuah tempat tandus, Lodebar. tempat yg gersang tanpa ladang dan padang rumput, ini merupakan tempat orang-orang terbuang, hina, terlupakan.

Demikian sangat memprihatinkan keadaan Mefiboset saat itu, tepat seperti keadaan kita seperti budak yg tak punya hak untuk hidup, terjual dipasar dosa, sebelum dibeli oleh darah Kristus. Namun syukur oleh anugerahNya kita tidak usah bayar apapun menerima pembebasan dari hamba menjadi anak kesayangan Tuhan.



2. Karena Anugerah: Status kita diubahkan (II Samuel  9:3)

Suatu kali Daud mencari keturunan Saul untuk dipulihkan hak-hak hidupnya berdasarkan kasih dari Allah, maka ia pun diberitahu bahwa ada anak Yonathan yang masih hidup. Daudpun segera menyuruh Mefiboset untuk datang menghadapnya. Ketika Mefiboset menghadap, "Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku." (ay 7)
Ini cerminan anugerah Allah yang tak terbatas oleh status, situasi, masa lalu dan sebagainya.
bekerja memulihkan citra diri manusia secara total.

  • dari tidak punya keluarga, terbuang sekarang boleh tinggal secara terhormat diistana
  • dari orang yg hina, diberi akses hidup bermartabat
  • dari orang yg tidak punya apa-apa, dipinggirkan, sekarang dipulihkan menjadi kaya
  • dari orang yg takut, sekarang boleh berbahagia.

ini adalah pekerjaan anugerah Allah yg sebenarnya mengejutkan kita!
tetapi bagaimana tanggapan kita terhadap anugerahNya?


3. Anugerah Allah: Sebagai kesempatan yang banyak dilupakan


"Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata:"Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?"( 2Samuel 9:8)

Perjumpaan dengan Daud sebagai raja Israel yg baru dilantik meledakkan perasaan takut yg sangat mendalam. Mefiboset takut kalau-kalau akan menjadi sasaran balas dendam terhadap keluarga termasuk dirinya, ia merasa sangat tersudut sehingga memposisikan diri sebagai "hamba" dan "anjing mati"

kedua kata tersebut ,baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, menunjuk pada suatu pribadi yg tidak berharga, tidak punya hak sama sekali, karakter yang menjijikkan. Anjing, apalagi anjing mati, digunakan sebagai gambaran hal-hal yang meremehkan, merendahkan atau hal-hal sepele. Hal ini berkaitan dengan pandangan umum di daerah Timur Tengah, bahwa anjing pada umumnya adalah binatang pemakan bangkai 


Ia merasa begitu rendah tak berharga hingga harga dirinya seperti sama dengan seekor anjing mati. Daud sudah berusaha memulihkan harga dirinya. Bahkan Mefiboset diundang untuk duduk semeja dan sehidangan dengan Daud, sang raja. Namun tetap saja ia tidak kunjung mau keluar dari perasaan tak berharga.

Beberapa waktu kemudian dalam 
2 Samuel 19:24-30 
kita bisa melihat bahwa Mefiboset tidak juga memulihkan citra dirinya meski ia sudah mendapat kasih Allah lewat diri Daud. "Juga Mefiboset bin Saul menyongsong raja. Ia tidak membersihkan kakinya dan tidak memelihara janggutnya dan pakaiannya tidak dicucinya sejak raja pergi sampai hari ia pulang dengan selamat." (ay 24). 
Perhatikan ia membiarkan dirinya dalam keadaan kumal, tidak terawat. Ia bahkan tidak merasa pantas untuk tampil baik, di hadapan raja sekalipun. 
Ketika Daud kemudian memutuskan untuk memberikan ladang yang tadinya milik Saul untuk dibagi dua antara Mefiboset dan Ziba, hamba Daud, kembali Mefiboset menunjukkan sikap rendah dirinya. "Lalu berkatalah Mefiboset kepada raja: "Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat." (ay 30). 
Pada akhirnya Mefiboset tidak mendapatkan apa-apa. 
Mefiboset tidaklah mengalah tetapi menyerah dengan keadaan, karena ia melepaskan hak istimewa dari raja Daud kepada orang lain.
Dari usaha yg serius dan tulus, Anugerah Allah dapat  terbuang percuma !

Aplikasi:
Mefiboset sebenarnya telah mendapatkan banyak kesempatan untuk dipulihkan, Anugerah Tuhan berulang kali menghampirinya namun ia telah membuangnya begitu saja.
Bukankah kita sering membuang-buang anugerah Allah secara terus menerus seperti Mefiboset? Penghargaan kita terhadap kesempatan yg Allah berikan hanya berakhir dengan kesia-siaan belaka. Allah sudah mengulurkan tanganNya secara langsung mengubah hidup kita semartabat denganNya tetapi kita masih merasa enjoy dengan hidup lama kita. 
Anugerah adalah turunNya Allah sendiri kepada manusia supaya kembali hidup dalam rancanganNya.

  • Allah mau menjadikan manusia tetap sebagai karya ciptaanNya yang terindah. Kita dikatakan dibuat sesuai gambar dan rupaNya sendiri (Kejadian 1:26), 
  • Allah menenun hidup kita dengan tanganNya sendiri sejak dalam kandungan (Mazmur 139:13) dan dilukiskan pada telapak tangan Tuhan, 
  • Allah menjadikan kita berada di ruang mataNya (Yesaya39:16). Artinya, Tuhan menciptakan kita dengan baik, ada rencanaNya yang indah bagi kita, dan kita pun tetap berada dalam lindunganNya.

Tetapi mengapa kita masih hidup seperti seorang gelandangan yg berpenampilan kusut tanpa masa depan , bekerja hanya meminta minta sedekah dijalan? Bagaikan anak raja yg lebih senang memilih hidup sebagai budak di pasar, demikanlah mereka yg membuang anugerah Allah dengan percuma.!
entah.....sampai kapan anugerah Allah sungguh mengejutkan Anda???


oleh: Haris Subagiyo
Alumnus Sekolah Alkitab Batu Malang Angkatan 38



Tidak ada komentar:

Posting Komentar